Info Kecamatan Serpong Utara

Posko Damkar Bakal Dibangun di Serpong Utara

Untuk memperpendek jangkauan penanganan kebakaran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) akan menambah poskonya di Serpong Utara tahun ini.

"Kita sudah menyiapkan lahannya di Serpong Utara. Tahun ini segera ada posko damkar di sana," kata Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel Uci Sanusi, Selasa (6/3/2012). Dalam pembangunan posko ini, damkar Tangsel dibantu oleh Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Banten.

Lahan yang telah tersedia berada di samping aula Kecamatan Serpong Utara atau di halaman Kantor Kecamatan Serpong Utara. Uci menjelaskan, kawasan padat penduduk dan bangunan di kawasan Serpong berpotensi mengalami kebakaran. Keberadaan posko di Kecamatan Serpong Utara pun sangat diperlukan agar mudah mengakses lokasi kejadian. "Dari pengalaman di tahun 2011 lalu, kita melihat intensitas terjadinya kebakaran di Serpong ini tinggi," kata Uci.
Selain Serpong dan Serpong Utara, intensitas kebakaran juga sering terjadi di Ciputat, sedangkan yang paling jarang terjadi adalah di Kecamatan Setu. Saat ini damkar Tangsel hanya memiliki posko di Ciputat dengan empat mobil damkar, satu mobil tangki air, dan 63 personel.

Jika sudah ada posko di Serpong Utara, sebagian mobil damkar akan ditempatkan di sana. Namun menurut Uci, damkar Tangsel belum berencana menambah mobil damkar maupun personel di tahun ini. Ia berharap ada posko damkar di setiap kecamatan dan armada yang cukup di Kota Tangsel.
Karena baru memiliki kantor damkar di Ciputat, petugas damkar sering kali terkendala dalam jarak tempuh untuk menuju lokasi di kecamatan lain. Jika sudah ada posko di setiap kecamatan, Uci berharap dapat memperpendek jarak tempuh ke lokasi kebakaran.

"Kalau terjadi kebakaran saat jam sibuk, jalanan pasti macet. Kita harus punya posko di setiap kecamatan berharap bisa langsung cepat menuju lokasi kebakaran," ujarnya.
(Sumber: http://serpong.kompas.com/berita/detail/1437/Posko.Damkar.Bakal.Dibangun.di.Serp\ ong.Utara)


Dinas Damkar (Pemadam Kebakaran) Tangerang Selatan Bentuk Balakar

Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan punya terobosan baru dalam melakukan penanganan baik pada saat terjadi maupun pencegahan kebakaran. Terobosan itu adalah dengan pembentukan Barisan Relawan Kebakaran (Balakar).
Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel Uci Sanusi (kiri) bersama Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie pada saat penyerahan kunci mobil pemadam kebakaran secara simbolis, belum lama ini.
Rencananya, pembentukan Balakar akan dilakukan hingga tingkat kelurahan. “Bahkan kalau perlu hingga tingkat RT atau RW. Semakin banyak Balakar, akan semakin baik bagi tindakan pencegahan dan penanganan jika terjadi kebakaran,” kata Kepala Kantor Damkar Kota Tangsel Uci Sanusi, Senin (5/3/2012).

Saat ini, rencana pembentukan itu sedang dimatangkan. Diharapkan, dalam waktu dekat pembentukan Balakar itu bisa segera terealisasi mengingat keberadaannya yang sangat dibutuhkan di Kota Tangsel saat ini. Sebagai daerah metropolitan, papar Uci, potensi terjadinya kebakaran di Kota Tangsel cukup tinggi.

Selain karena jumlah penduduknya yang padat, sehingga jarak hunian pun lebih dekat, di Tangsel juga banyak terdapat kawasan bisnis dan perdagangan. Sementara di sisi yang lain, jumlah personel kebakaran yang dimiliki Damkar Kota Tangsel saat ini kurang sebanding dengan luas wilayah.

Oleh karena itu perlu keterlibatan masyarakat dalam menangani kebakaran. Keterlibatan masyarakat sendiri khususnya di lingkungan industri terutama yang memiliki gedung tinggi relatif sudah baik. Sebab biasanya, manajemen perusahaan tersebut sudah membentuk unit tersendiri yang bertanggung jawab terhadap keselamatan aset perusahaan termasuk dari bahaya kebakaran. Bahkan, unit khusus ini juga sudah dibekali dengan pengetahuan yang memadai serta dilengkapi sarana yang cukup untuk menangani kebakaran. “Nah, yang masih sedikit jadi masalah adalah yang di daerah pemukiman penduduk. Makanya sebagai solusi kita akan bentuk Balakar.

Jadi, seandainya nanti terjadi kebakaran di masyarakat Balakar bisa bertindak dulu sebelum kami dari petugas Damkar datang ke lokasi,” terang dia. Nantinya, kata Uci, anggota Balakar akan terdiri dari sejumlah elemen masyarakat. Di antaranya anggota Karang Taruna, anggota Remaja Masjid, ataupun kelompok masyarakat lainnya. Dalam melakukan aktivitasnya, Balakar akan berkoordinasi dan bermitra dengan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel.

“Di beberapa daerah Balakar memang sudah dibentuk dan berjalan efektif. Nah, oleh karena itu kita ingin agar di Tangsel bisa segera memilki Balakar,” papar Uci. Melihat tugasnya sebagai mitra Kantor Damkar dalam menangani tindak kebakaran, maka anggota Balakar juga akan dibekali dengan pengetahuan soal bahaya kebakaran. Misalnya tentang bahan-bahan yang mudah terbakar, tindakan pertama pada saat terjadi kebakaran, kondisi yang berpotensi terjadi kebakaran hingga penanganan evakuasi terhadap korban kebakaran.

Sosialisasi Lewat Sekolah Langkah pencegahan kebakaran yang dilakukan Kantor Damkar Kota Tangsel bukan hanya dilakukan dengan penyuluhan kepada masyarakat umum saja. Rencannya di tahun ini, kantor Damkar Kota Tangsel akan masuk ke sekolah-sekolah. Uci mengakui, ia sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tangsel soal hal ini. Respons yang diberikan oleh Dinas Pendidikan pun sangat bagus.

Mudah-mudahan jika persiapan sudah rampung, program itu bisa bergulir. Menurut pejabat murah senyum ini, program pengenalan kebakaran kepada para siswa belum mersifat baku dengan kata lain masuk sebagai kurikulum pelajaran. Sebagai langkah awal, program pengenalan bahaya kebakaran mungkin akan bersinergi dengan kegiatan ekstra kurikluer yang sudah ada di sekolah-sekolah. Misalnya kegiatan ekstra kurikuler Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR) atau ekstrakurikuler yang lainnya. “Di kegiatan itulah kita sisipkan tentang materi apa dan bagaimana kebakaran hingga tindakan yang mesti dilakukan jika kebakaran terjadi,” papar Uci.

Perpendek Jangkauan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel untuk sementara ini terletak di Jalan Buana Kencana, Komplek Perumahan BSD. Namun untuk penempatan armada dan mayoritas personel ada di posko yang ada Ciputat. Untuk memperpendek jangkauan penanganan kebakaran, Kantor Damkar Kota Tangsel akan menambah posko.

Yang sudah hampir pasti adalah pembuatan posko di Kecamatan Serpong Utara (Serut) dan Ciputat. Selain itu, bekas posko kebakaran milik Kabupaten Tangerang yang ada di dekat Bintaro Plaza, Bintaro juga akan difungsikan kembali.

Sedangkan untuk armada, Kantor Damkar Tangsel saat ini diperkuat oleh lima kendaraan yaitu satu mobil water suplly (tangki) dengan kapasitas 20.000 liter air dan empat mobil pemadam kebakaran. Adapun untuk jumlah personel, Damkar Tangsel memiliki sebanyak 63 orang. Kendati terbilang terbatas, namun hal itu tak membuat jajaran petugas Kantor Damkar Tangsel berkecil hati. Justru dengan keterbatasan yang ada itu, membuat petugas Kantor Damkar Tangsel makin bersemangat dalam menangani kebakaran. (FAW/ADV)

Informasi Umum Kantor Pemadam Kebakaran.
Nama SKPD : Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, 
Alamat SKPD: Jl. Anggek Ungu Blok A/1 Sektor 2.1 BSD, Serpong Tangerang Selatan Telp. 021 26244888.

(Sumber: TANGERANGNEWS—Senin, 5 Maret 2012 | 19:57).



Kecamatan Serpong Utara Memberikan Bantuan Hibah Dan Bansos Kepada 7 Kelurahan


Pemerintah Kecamatan Serpong Utara (19/12) menyerahkan bantuan hibah dan bantuan sosial (bansos) untuk 7 (tujuh) Kelurahan di Kecamatan Serpong Utara, yaitu berupa :

  1. 8 unit mesin jahit
  2. 7 set Kain Kapan
  3. 7 unit Keranda mayat dan
  4. 7 unit tenda
Bantuan hibah dan bansos tersebut  nantinya akan langsung  di berikan kepada masyarakat di masing masing Kelurahan di kecamatan Serpong Utara,  semua bantuan hibah dan bansos bersumber dari dana APBD Kota Tangerang Selatan melalui program / Kegiatan yang di selenggarakan oleh Kecamatan Serpong Utara.  adapun  pemberian hibah mesin jahit di peruntukan kepada para kader yang memang sebelumnya telah mengikuti pelatihan menjahit selama 10 (sepuluh ) hari di Kelurahan Pondok Jagung Timur, ujar Munadih Kasi Kesos di Kecamatan Serpong Utara. juga agar para kader yang telah mendapat pelatihan menjahit dapat semaksimal mungkin menyalurkan keahliannya.
untuk pemberian kain kafan dan tenda  di serahkan kepada DKM Mesjid yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam meringankan biaya proses pemakaman apabila ada warga yang meninggal dunia.



35 Gerobak Sampah Untuk 7 Kelurahan


Pemerintah Kecamatan Serpong Utara menyerahkan 35 unit gerobak sampah untuk 7 (tujuh ) Kelurahan di Kecamatan Serpong Utara, masing masing Kelurahan mendapatkan 5 unit gerobak sampah.
kegiatan ini bertujuan untuk penanggulangan sampah yang volumenya selalu bertambah setiap tahunnya juga untuk selalu  menjaga kebesihan dan keindahan lingkungan yang di akibatkan oleh sampah yang belum teratasi,  kegiatan pemberian gerobak sampah ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Tangerang Selatan yaitu menjadikan Kota Tangerang Selatan yang "MADANI" mandiri damai dan asri.
adapun dana kegiatan Pengadaan Gerobak sampah ini bersumber dari dana APBD Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui program kegiatan di Kecamatan Serpong Utara.
di jelaskan jug oleh Kasi Ekbang Kecamatan Serpong Utara Julkipli Mahmud, bahwa  sekarang ini penanggulangan sampah di Kota Tangerang Selatan belum sepenuhnya maksimal di karenakan banyak faktor yang jadi penyebab salah satunya kedisiplinan masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat belum sepenuhnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar